Facebook
 
 

01.08.201904:55 Forex Analysis & Reviews: GBP/USD: London mencoba memainkan kartu Hard Brexit. Akahkah Brussels mempercayainya?

Ulasan jangka panjang

Exchange Rates 01.08.2019 analysis

Mata uang Inggris terjun bebas ditengah fakta bahwa Perdana Menteri Inggris yang baru, Boris Johnson, menegaskan bahwa negara tersebut akan menarik diri dari Uni Eropa pada akhir Oktober, bahkan tanpa sebuah kesepakatan.

Perlu diingat bahwa semangat seputar Brexit menggairahkan pasar bukanlah yang pertama kalinya. Segera setelah referendum keanggotan Britania Raya di UE dilaksanakan pada 2016 lalu, poundsterling tumbang lebih dari 10% melawan dolar AS dan penurunan ini terulang pada musim gugur di tahun yang sama saat Theresa May (kini mantan perdana menteri) mensinyalkan bahwa ia tidak berencana menunda proses penarikan negara tersebut dari blok Eropa. Kemudian, saat para investor meyakini bahwa pemerintah dan Parlemen negara tersebut menginginkan Brexit yang teratur, maka uang Inggris stabil. Pada April 2018, pound bahkan sempat menyentuh level tertinggi di $1.434 - hanya 3,6% di bawah level yang dicapai sebelum referendum.

Tampaknya, para investor sekali lagi membunyikan alarm peringatan.

Kali ini, hasil mata uang Inggris berada di titik tertinggi sejak 11 Desember tahun lalu, saat kekhawatiran mengenai Brexit tanpa kesepakatan berada di puncaknya," analis di Royal Bank of Canada mengatakan.

"Bayangan Brexit sekali lagi memberikan tekanan pada pound. Pasar semakin mengkhawatirkan posisi "keras" Boris Johnson sehubungan dengan negosiasi dengan Brussels, khususnya setelah PM yang baru tersebut menyatakan kesiapannya untuk menarik diri dari UE pada akhir Oktober dengan atau tanpa kesepakatan," kata Antje Prake, ahli strategi mata uang di Commerzbank.

Kami masih tidak mempertimbangkan pengunduran diri Inggris tanpa sebuah kesepakatan dari aliansi negara-negara Eropa sebagai skenario dasar, namun latar belakang berita, yaitu dari dunia politik dan ekonomi, kemungkinan akan semakin memburuk, oleh karena itu, sterling masih memiliki ruang untuk turun," JPMorgan Asset Management meyakini.

Ekonom UniCredit memprediksi bahwa Boris Johson dapat menyerukan pemilihan umum yang lebih dini pada awal September untuk memperoleh mandat memisahkan Britania Raya dari UE tanpa kesepakatan.

Selama sebulan terakhir, mata uang Inggris telah kehilangan beban sebesar 4%. Pasangan GBP/USD masih memiliki risiko untuk bergerak turun. Menurut para analis, level 1.2000 kini menjadi level penting secara psikologis.

Situasi ini diperparah oleh kegagalan Boris Johnson untuk menghubungi petinggi UE manapun, sementara mereka tidak akan melanjutkan pembicaraan dengan London terkait ketentuan perceraian. Pihak Eropa dalam gilirannya mendesak bahwa satu-satunya perjanjian yang mungkin disepakati adalah yang dikembangkan dengan partisipasi dari mantan PM Theresa May.

Pada malam perilisan artikel dari The Sun, dengan mengutip sumber-sumber dalam Komisi Eropa, dilaporkan bahwa UE mempertimbangkan gertakan dari Perdana Menteri Inggris yang baru, serta jaminan kesiapannya untuk melakukan Brexit sebelum 31 Oktober bagaimanapun caranya.

"Kini sulit untuk mengestimasi seberapa jauh kedua belah pihak siap untuk berkonfrontasi, dan sementara itu, pound memainkan peran sebagai katup pembuangan. Namun, jelas bahwa euro juga akan mengalami dampak negatifnya dan pasangan EUR/USD mungkin akan sulit bertahan di level 1.1100. Permasalahannya belum mencapai potensi Hard Brexit, dan mesin ekspor Jerman sudah hampir berlutut. Inggris Hampir setara dengan China dari segi kepentingan untuk ekspor Jerman, yang pangsanya mencapai sekitar 7%. Untuk seluruh Uni Eropa, ekspor ke Inggris mencapai angka £345 miliar. Apakah UE siap untuk menciptakan resesi di dalam wilayahnya sendiri, dengan menghukum salah satu pembeli terbesarnya," kata analis di Saxo Bank.

"Kabar mengenai melunaknya sikap dari pihak manapun akan menguntungkan pound. Karena Johnson tidak mengerahkan implementasi Brexit dengan segala daya upaya, namun, ini akan menjadi pesan bahwa pihak Eropa sepakat untuk melanjutkan negosiasi. Kemudian stabilisasi atau bahkan pertumbuhan mungkin untuk pound dalam waktu dekat," para analis menambahkan.

Viktor Isakov,
Ahli analisa
InstaForex Group © 2007-2021
Manfaat dari rekomendasi para analis saat ini
Akun trading teratas
Buka akun trading

Tinjauan analitis InstaForex akan membuat Anda menyadari sepenuhnya tren pasar! Sebagai klien InstaForex, Anda dilengkapi dengan sejumlah besar layanan gratis untuk trading yang efisien.

Tidak bisa bicara sekarang?
Tanyakan pertanyaan anda lewat chat.